Tentang

Beranda / Tentang

Om Swastiastu

Banten merupakan sarana upakara yang digunakan sebagai simbol bentuk sujud bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam berbagai struktur keagamaan, banten dianggap sebagai sarana vital.

Umumnya di Bali keempat marga itu dilaksanakan sekaligus dalam bentuk upacara Agama dengan menggunakan sarana banten yang terdiri dari bahan pokok: daun, bunga, buah, air ,dan api. Sarana-sarana itu mempunyai fungsi sebagai:

  • Persembahan atau tanda terima kasih kepada Hyang Widhi.
  • Sebagai alat konsentrasi memuja Hyang Widhi.
  • Sebagai simbol Hyang Widhi atau manifestasi-Nya.
  • Sebagai alat pensucian.
  • Sebagai pengganti mantra.

Selain itu, banten juga mempunyai arti positif. Hal ini tentu harus dipahami pula oleh Umat Hindu. Dengan membuat banten, masyarakat akan selalu ingat kepada Ida Shang Hyang Widi Wasa. Karena banten dibuat sebagai persembahan yang tulus iklas kepada Ida Shang Hyang Widi Wasa, maka dalam pembuatan banten masyarakat seolah – olah dibiasakan untuk bersabar dan mengendalikan diri, tidak boleh marah dan berkata kasar.

Karena demikian sakralnya makna banten maka dalam Yadnya prakerti disebutkan bahwa mereka yang menggunakan banten hendaknya dapat berkonsentrasi kepada siapa banten itu akan dihaturkan/ dipersembahkan.

Tentang

Banten merupakan sarana upakara yang digunakan sebagai simbol bentuk sujud bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam berbagai struktur keagamaan.. Baca selengkapnya

Bantuan

Beranda

Kontak

Privacy & term

Kontak Kami

bebaliinfo@gmail.com

(+62) 89-709-793-68

(80352), Abiansemal - Badung, Bali

Berlangganan di Bebali


© 2019 Bebali by Bagus Yudistira